Menjaga Jantung Digital: Cara Memelihara Data Center Secara Efektif
- Lead IT

- 28 Jul 2025
- 2 menit membaca

Di balik layar dunia digital yang kita nikmati setiap hari—dari streaming video hingga transaksi perbankan—terdapat sebuah entitas yang bekerja tanpa henti: data center. Fasilitas ini adalah jantung dari infrastruktur teknologi informasi, menyimpan dan memproses data dalam skala besar. Namun, seperti halnya jantung manusia, data center pun membutuhkan perawatan rutin agar tetap berfungsi optimal.
Mengapa Pemeliharaan Data Center Itu Penting?
Bayangkan jika sebuah data center mengalami downtime selama satu jam. Menurut laporan dari Gartner, rata-rata biaya downtime bisa mencapai $5.600 per menit, atau sekitar Rp90 juta. Dalam satu jam, kerugian bisa menembus Rp5,4 miliar. Ini bukan hanya soal uang—kepercayaan pelanggan dan reputasi bisnis juga ikut dipertaruhkan.
Jenis-Jenis Pemeliharaan
Pemeliharaan data center tidak dilakukan secara sembarangan. Ada tiga pendekatan utama:
Preventive Maintenance Dilakukan secara berkala untuk mencegah kerusakan. Misalnya, pengecekan UPS, sistem pendingin, dan kabel jaringan.
Reliability-Centered Maintenance Fokus pada komponen kritis yang paling berpengaruh terhadap operasional. Cocok untuk data center yang melayani ribuan klien.
Predictive Maintenance Menggunakan sensor dan analitik untuk mendeteksi potensi masalah sebelum terjadi. Contohnya, pemantauan suhu dan kelembaban secara real-time.
Standar Lingkungan yang Harus Dijaga
Menurut standar ASHRAE, suhu ideal di ruang server adalah antara 18°C hingga 27°C, dengan kelembaban relatif 45%–60%. Jika suhu melebihi batas ini, risiko overheating meningkat, yang bisa menyebabkan kerusakan perangkat keras.
Beberapa komponen vital yang harus diperhatikan:
UPS (Uninterruptible Power Supply): Menyimpan energi cadangan saat listrik padam.
Sistem pendingin (HVAC): Menjaga suhu tetap stabil.
Fire suppression system: Mencegah dan memadamkan kebakaran tanpa merusak perangkat elektronik.
Manajemen kabel: Kabel yang berantakan bisa menyebabkan interferensi dan panas berlebih.
Fakta Menarik di Indonesia
Menurut survei Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2018, terdapat 2.700 data center di 630 instansi pemerintah. Artinya, rata-rata setiap instansi memiliki 4 pusat data. Namun, banyak dari fasilitas ini belum memenuhi standar efisiensi dan keamanan yang optimal.
Strategi Pemeliharaan yang Efektif:
Jadwal inspeksi rutin: Minimal setiap 3 bulan untuk komponen utama.
Simulasi kegagalan: Melatih tim menghadapi skenario darurat.
Pencatatan dan dokumentasi: Semua aktivitas pemeliharaan harus terdokumentasi untuk audit dan evaluasi.
Keamanan Fisik dan Digital
Pemeliharaan bukan hanya soal perangkat keras. Sistem keamanan seperti CCTV, kontrol akses biometrik, firewall, dan antivirus juga harus diperbarui secara berkala untuk mencegah serangan siber dan pelanggaran data.
Butuh bantuan dari tim handal LeadIT dalam memelihara data center? Yuk klik tombol hubungi kami sekarang!



Komentar